Menikahi Perempuan Hamil, Bagaimana Hukumnya

Menikahi Perempuan Hamil, Bagaimana Hukumnya ?

 

1. Bagaimana hukum menikahkan perempuan yang sedang hamil?
2. Bolehkah perempuan hamil tersebut dikumpuli (dijimak) setelah melangsungkan akad nikah?
3. Bagaimanakah status anak yang dilahirkan itu (waris)?
4. Bila anak yang dilahirkan itu perempuan siapa wali nikahnya?

Jawaban Hukum Menikahi Perempuan Hamil

 Menikahi Perempuan Hamil, Bagaimana Hukumnya ?

1. Hukum menikahi perempuan hamil diperinci sebagai berikut :
a. Jika perempuan tersebut hamil dari hubungan di luar nikah (zina), maka pernikahannya sah namun makruh.
b. Jika hamil dari pernikahan yang sah seperti dari suami sebelumnya yang meninggal dunia atau mentalaknya dalam keadaan hamil, maka tidak sah karena masih dalam masa iddah.
2. Suami tetap boleh untuk melakukan hubungan suami-istri dengannya setelah melangsungkan akad.

3. Status anak yang dilahirkan diperinci sebagai berikut :

a. Jika dilahirkan lebih dari enam bulan dan kurang dari empat tahun setelah akad nikahnya, maka ada dua keadaan
1. Jika ada kemungkinan anak tersebut dari suami, karena ada hubungan badan setelah akad nikah misalnya, maka nasabnya tetap ke suami, berarti berlaku baginya hukum-hukum anak seperti hukum waris dll. Karena itu suami diharamkan meli’an istrinya atau meniadakan nasab anak tersebut darinya (tidak mengakui sebagai anaknya).
2. Jika tidak memungkinkan anak tersebut darinya seperti belum pernah ada hubungan badan semenjak akad nikah hingga melahirkan, maka nasab anak hanya ke istri bahkan wajib bagi suami meli’an dengan meniadakan nasab anak darinya (tidak mengakui sebagai anaknya). Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi hak waris kepada anak.

b. Jika dilahirkan kurang dari enam bulan atau lebih dari empat tahun, maka anak tersebut tidak bisa dinasabkan kepada suami dan tidak wajib bagi suami untuk meli’an istrinya. Bagi anak tidak berhak mendapatkan waris karena tidak ada sebab-sebab yang mendukung hubungan nasab.

Ini berlaku bagi anak yang dilahirkan laki-laki ataupun perempuan.

4. Berarti bapak sebagai wali dalam menikahkan anak perempuannya jika diakui nasabnya dan hakim sebagai walinya jika tidak diakui nasabnya.

Perlu diperhatikan, walaupun status anak tidak bisa dinisbatkan kepada suami, tetap dinyatakan mahram baginya dikarenakan dia menjadi suami ibunya yang melahirkannya (bapak tiri) jika telah berhubungan badan dengan ibu yang melahirkannya.

CATATAN : perempuan hamil di luar nikah jika dinikahkan dengan laki-laki yang berhubungan badan dengannya atau yang lainnya dengan tujuan menutupi aib pelaku atau menjadi ayah dari anak dalam kandungan, maka haram hukumnya dan wajib bagi penguasa membatalkan acara itu. Bagi yang menghalalkan acara itu dengan tujuan tersebut di atas, dihukumi keluar dari agama islam dan dinyatakan murtad (haram dishalati jika meninggal, dan tidak dikubur dimakam islam) karena adanya penipuan nasab dengan berkedok agama sehingga mengakui bayi yang lahir sebagai anaknya padahal diluar nikah, mendapatkan warisan padahal sebenarnya bukan dzawil furudh (punya nasab waris), menjadi wali nikah jika yang lahir perempuan padahal bukan menjadi ayahnya yang sebenarnya (berarti nikahnya tidak sah), atau anak yang lahir menjadi wali nikah dari keluarga laki-laki yang mengawini ibunya, bersentuhan kulit dengan saudara perempuan laki-laki itu dengan berkeyakinan tidak membatalkan wudlu’ dst.

http://adehumaidi.com/islam/hukum-islam/menikahi-perempuan-hamil-bagaimana-hukumnya

Iklan

Siapa Calon Istri Anda Sebenarnya

Siapa Calon Istri Anda Sebenarnya?

Jika anda ingin memilih calon istri tentu anda tidak akan gegabah dalam memilihnya sebab calon istri  yang anda pilih nantinya akan mendampingi anda seumur hidup baik dalam suka maupun duka. Dan tidak kalah pentingnya, dia nantinya akan menjadi ibu dari anak-anak anda. Dibawah ini ada beberapa pertanyaan yang insya Allah bermanfaat bagi anda dalam mengenal siapa calon istri anda.

Pertanyaan Untuk Calon Istri

calon istri1 Siapa Calon Istri Anda Sebenarnya?Ajukan pertanyaan ini padanya :

  1. Bagaimana anda pertama kali mengenal Allah
  2. Siapakah laki2 yg paling anda cintai ( jawaban yang paling tepat yaitu Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam)
  3. Bagaimana cara anda mempelajari al-qur-an dan bagaimana cara anda mengajarkan al-quran kepada orang lain.
  4. Seorang suami bertanggung jawab atas keselamatan istrinya dunia-akherat. Pada saat yang sama, dia harus menempatkan ibunya sebagai wanita utama dalam hidupnya, yang merupakan kuncinya mendapatkan syurga. Apa saran anda supaya keduanya bisa terjaga dengan baik
  5.  Sebutkan 5 hal terpenting yang anda harapkan dari seorang suami. ( Apapun jawabannya akan menggambarkan akidahnya, akhlaqnya, wawasannya, dan cita-cita hidupnya)
  6.  Apa saja kelemahan yang menurut anda tidak bisa anda terima dari seorang calon suami.
  7.  Apa yang anda fahami tentang taat kepada suami karena Allah Subhanahu wa ta’ala. Bagaimana anda akan melaksanakannya.
  8. Kalau suami anda menyakiti anda dengan kata-katanya, apa yang akan anda lakukan.
  9. Kalau suami anda memukul anda dengan tangannya, apa yang akan anda lakukan.
  10. Kalau suami anda tertarik pada wanita lain dan niat berpoligami, apa yang akan anda lakukan.
  11. Tolong ceritakan bagaimana hubungan anda dengan Allah SWT saat ini
  12. Dalam seminggu terakhir, berapa kali anda tidak berhasil  bangun shalat malam/ tahajjud.
  13. Dalam seminggu terakhir, berapa hari yang anda lewatkan tanpa bershodaqoh atau berinfaq untuk orang miskin dan sabilillah.
  14. Sebutkan 5 langkah pertama dan yang akan anda lakukan secara istiqomah untuk membangun rumah tangga yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Kenapa anda memilih ke-5 langkah tersebut . Bagaimana cara anda melaksanakannya.
  15. Sebagai suami nantinya, ada 3 hal yang insyaAllah akan selalu saya perbaiki dalam diri saya secara bersungguh-sungguh  yaitu ilmu, ibadah dan amal shalih saya. Apa saran anda untuk saya.
  16. Tentang Ayah dan Ibu anda, ceritakan sebanyak mungkin hal penting yang menurut anda perlu saya ketahui tentang mereka berdua
  17.  Sejak anda dewasa, pernahkah anda membuat beliau berdua sangat marah. Apa sebabnya. Apa yg anda lakukan setelah itu.
  18.  Dalam seminggu terakhir, berapa kali anda mencium tangan dan memeluk mereka dengan mesra. Kalau anda tinggal di kota berjauhan dengan beliau, berapa kali anda menelponnya dalam seminggu terakhir. Apa kata-kata  yang paling sering anda sampaikan ke beliau sebelum anda menutup telepon.
  19.  Jika Ayah anda melakukan kesalahan, apa yang anda lakukan untuk mengingatkannya.
  20.  Menurut anda, adakah hal tertentu dari Ayah anda- apakah itu perkataan maupun perbuatan- yang sangat mempengaruhi cara anda menghadapi dan memperlakukan laki-laki, terutama kelak suami anda. Apakah itu.
  21. Jika kelak terjadi pertengkaran atau ketegangan antara Ayah anda dan suami anda, apa yang akan anda lakukan.
  22. Apa saja yang menurut anda bisa menghancurkan sebuah hubungan suami isteri. Apa rencana anda untuk menghindarinya.
  23.  Apa saja menurut anda bisa menggagalkan sebuah rumah tangga dalam menghasilkan anak-anak  yang shalih. Apa rencana anda untuk menghindarinya.
  24.  Tentang mencari nafkah, kalau pendapatan ekonomi rumah tangga  anda kurang memadai, apa yang akan anda lakukan.
  25.  Bagaimana akhir hidup (kematian) yang anda inginkan? Apa rencana-rencana  anda untuk itu.

Pertanyaan-pertanyaan ini cukup sulit dan berat untuk dijawab. Oleh karena itu hendaklah jawaban yang diberikan berasal dari kenyataan dan hati yang bersih lagi jernih. Pertanyaan ini sebenarnya untuk mengetahui siapa calon istri anda dan juga memberi kabar kepada anda apa yang sudah calon istri anda lakukan dan yang belum. Yang sudah dilakukan hendaklah diteruskan dan yang belum anda bisa memberi motivasi dan membimbing calon istri anda untuk memulai. Sebuah rutinitas bisa berjalan jika dimulai dari sekarang dan terus dilakukan walaupun bolong-bolong tidaklah mengapa asal tidak berhenti. Sambil memohon kepada Allah SWT agar anda dan calon istri anda diberi kekuatan untuk bisa berlaku “hidup istiqomah”. Sekarang sedikit banyak anda tahu siapa calon istri anda sebenarnya.

http://adehumaidi.com/islam/hukum-islam/menikahi-perempuan-hamil-bagaimana-hukumnya

Doa Untuk Ketenangan Hati

Doa Untuk Ketenangan Hati

Doa agar dihilangkan dari kegelisahan, kegundahan, ketakutan dan dimudahkan dari kesulitan

1. “Allohumma inni a’udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wa dholaid daini, wa gholabatir rijali”.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita/kecemasan, dari rasa lemah dan kemalasan, dari kebakhilan dan sifat pengecut, dan beban hutang dan tekanan orang-orang (jahat)”.

2. “La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadh dholimin”.

“Tidak ada ilah selain Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim”.

3. “Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alad dinika wa ‘ala tho’atika”.

“Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu dan atas ketaatan kepada-Mu”.

4. Membaca surah Al-Insyiroh (Alam Nasyroh), (Q.S. 94 : 1-8).

“Alam nasyroh laka shodrok”,
“Wa wadho’na ‘anka wizrok”,
“Alladzi anqodlo dhohrok”,
“Wa rofa’na laka dzikrok”,
“Fainna ma’al ‘usri yusro”,
“Inna ma’al ‘usri yusro”,
“Faidza faroghta fanshob”,
“Wa ila robbika farghob”.

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?”,
“dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu”,
“yang memberatkan punggungmu”,
“dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu”,
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”,
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”,
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”,
“dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”.

Mudah2 Allah SWT memberikan jalan, kemudahan, dan menghilangkan segala macam permasalahan hidup kita. Amien…

 

Pergertian Shalat Jumat

A. Arti Definisi / Pergertian Shalat Jumat

Sholat Jum’at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari jum’at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah.

B. Hukum Sholat Jum’at

Shalah Jum’at memiliki hukum wajib ‘ain bagi laki-laki / pria dewasa beragama islam, merdeka dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu. Jadi bagi para wanita / perempuan, anak-anak, orang sakit dan budak, solat jumat tidaklah wajib hukumnya.

Dalil Al-qur’an Surah Al Jum’ah ayat 9 :

” Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

C. Syarat Sah Melaksanakan Solat Jumat

1. Shalat jumat diadakan di tempat yang memang diperuntukkan untuk sholat jumat. Tidak perlu mengadakan pelaksanaan solat jum’at di tempat sementara seperti tanah kosong, ladang, kebun, dll.
2. Minimal jumlah jamaah peserta salat jum’at adalah 40 orang.
3. Shalat Jum’at dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur / zuhur dan setelah dua khutbah dari khatib.

D. Ketentuan Shalat Jumat

Shalat jumat memiliki isi kegiatan sebagai berikut :
1. Mengucapkan hamdalah.
2. Mengucapkan shalawat Rasulullah SAW.
3. Mengucapkan dua kalimat syahadat.
4. Memberikan nasihat kepada para jamaah.
5. Membaca ayat-ayat suci Al-quran.
6. Membaca doa.

E. Hikmah Solat Jum’at

1. Simbol persatuan sesama Umat Islam dengan berkumpul bersama, beribadah bersama dengan barisan shaf yang rapat dan rapi.
2. Untuk menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar sesama manusia. Semua sama antara yang miskin, kaya, tua, muda, pintar, bodoh, dan lain sebagainya.
3. Menurut hadis, doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT akan dikabulkan.
4. Sebagai syiar Islam.

F. Sunat-Sunat Shalat Jumat

1. Mandi sebelum datang ke tempat pelaksanaan sholat jum at.
2. Memakai pakaian yang baik (diutamakan putih) dan berhias dengan rapi seperti bersisir, mencukur kumis dan memotong kuku.
3. Memakai pengaharum / pewangi (non alkohol).
4. Menyegerakan datang ke tempat salat jumat.
5. Memperbanyak doa dan salawat nabi.
6. Membaca Alquran dan zikir sebelum khutbah jumat dimulai.

Sumber : Buku Pelajaran Sekolah Agama Islam (mohon maaf kalau tidak ada dalil, kalau bisa bantu melengkapi/memperbaiki).

Panduan Zakat

1. Nishab emas adl sebesar 20 dinar emas. Satu dinar berat adl 425 gram emas. Jadi nishabnya adl seberat 85 gram emas.
2. Nisab Perak dan Jumlah yg Wajib Dikeluarkan Adapun perak maka nisabnya adl sebesar 200 dirham. Satu dirhamnya beratnya adl 25 gram perak. Jadi nisabnya adl seberat 500 gram perak.

Dalilnya adl riwayat dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda “.. Maka keluarkanlah zakat perak yaitu dari tiap empat puluh dirham sebesar satu dirham tetapi tidak wajib kalau jumlahnya baru seratus sembilan puluh sembilan dirham. Jika telah cukup dua ratus dirham barulah kamu harus keluarkan zakatnya sebanyak lima dirham.” .

Sebagaimana dikutip oleh Syekh al-AlBani dalam Tamamul Minnah. Mengenai ini Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnahnya berkata “Barangsiapa yg memiliki emas kurang dari nisab dan perak juga kurang dari nisab ia tidak perlu menggabungkan yg satu dgn yg lain agar sampai nisab. Karena barangnya berbeda hingga tak mungkin digabungkan seperti halnya sapi dgn kambing. Jadi umpama ada seseorang yg memiliki 199 dirham dan 19 dinar maka ia tidak wajib berzakat. .

3. Panduan Zakat
Berapa besarnya zakat dan kapan harus dibayarkan.
1. Zakat An’am (binatang ternak)
Meliputi unta, sapi, kerbau, dan kambing. Syaratnya: telah dimiliki secara penuh selama satu tahun, digembalakan di rumput tanpa membeli, dan bukan untuk dipakai bekerja (membajak sawah / menarik gerobak). Zakat yang harus dibayarkan kira-kira satu ekor untuk setiap 40 ekor unta, sapi, dan kerbau; atau satu ekor kambing setiap 100 ekor.

2. Zakat emas dan perak
Syaratnya telah dimiliki secara penuh selama satu tahun. Nisab emas adalah 85 gram sedangkan perak adalah 595 gram. Besar zakatnya adalah 2.5%.

3. Zakat Zuru’ (biji-bijian seperti beras, gandum, jagung, dsb)
Syaratnya adalah dimiliki penuh, sengaja ditanam dan telah mencapai nisabnya, serta mengenyangkan dan tahan lama disimpan. Apabila tanaman itu hidup dari air hujan/sungai (tanpa biaya pengairan), maka zakatnya 10% dari hasil panen. Jika pengairannya dari membeli, maka zakatnya 5% dari hasil panen.

4. Zakat harta perniagaan
Bila telah dimiliki secara penuh selama setahun dan nilai dagangan telah mencapai seharga 85 gram emas, maka wajib dikeluarkan zakatnya 2.5%.

5. Zakat Ma’din (hasil tambang)
Hasil tambang emas atau perak apabila telah sampai nisabnya wajib dikeluarkan zakatnya pada waktu penambangan dilakukan tanpa harus dimiliki selama setahun.

6. Zakat Rikaz (harta terpendam)
Zakat atas harta terpendam adalah 20% (seperlima) dari jumlah hartanya dan tidak disyaratkan harus dimiliki lebih dulu selama satu tahun.

Apa saja harta yang terkena zakat
Persyaratan harta yang wajib dizakatkan itu ada lima:
1. Al-milk at-tam. Harta itu dikuasai secara penuh dan dimiliki secara sah, yang didapat dari usaha, bekerja, warisan, atau pemberian yang sah, dimungkinkan untuk dipergunakan, diambil manfaatnya, atau disimpan. Harta yang bersifat haram tidaklah sah dan tak akan diterima zakatnya.
2. An-namaa. Harta yang berkembang jika diusahakan atau memiliki potensi untuk berkembang, misalnya harta perdagangan, peternakan, pertanian, deposito mudharabah, usaha bersama, obligasi, dlsb.
3. Telah mencapai nisab. Harta itu telah mencapai ukuran tertentu. Misalnya untuk hasil pertanian telah mencapai jumlah 653kg, emas / perak telah senilai 85gr emas, peternakan sapi telah mencapai 30 ekor, dsb.
4. Telah melebihi kebutuhan pokok. Yaitu kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan keluarganya yang menjadi tanggungannya untuk kelangsungan hidupnya.
5. Telah mencapai satu tahun (haul) khusus untuk harta-harta tertentu, misalnya perdagangan. Tetapi untuk harta jenis lain, misalnya pertanian, zakatnya dikeluarkan pada saat harta tersebut didapatkan.
Tata cara membayar zakat
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membayar zakat.
Pertama, sucikan niat sebelum menunaikan zakat (juga infaq / sedekah). Pastikan bahwa amal perbuatan kita ditujukan hanya dan semata-mata untuk Allah swt.
Kedua, telitilah sasaran zakat; apakah dia benar-benar termasuk golongan yang berhak menerima uang zakat. Hal ini tidak berlaku untuk infaq yang boleh diberikan kepada siapa saja.
Ketiga, utamakanlah orang-orang yang dekat jika memberi zakat langsung kepada mustahiq dan tidak melalui lembaga amil. Tetapi perlu diingat bahwa yang dimaksud dengan orang-orang dekat tidak termasuk istri, anak-anak, atau orang tua sebab ketiga kelompok ini memang berhak atas nafkah seseorang.
Keempat, ketika memberikan zakat ucapkan kata-kata yang baik dan santun kepada penerima. Janganlah kita membatalkan pahala atas perbuatan atau amal kita dengan perkataan yang tidak patut dan menyakitkan.
Kelima, tunaikanlah zakat ketika saatnya tiba. Menunda-nunda pembayaran zakat tidak dikehendaki oleh Islam dan seluruh ajaran Islam, termasuk zakat, mendidik manusia untuk disiplin dan tepat waktu.

Zakat profesi
Zakat profesi adalah zakat yang dikenakan pada tiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun yang dilakukan bersama dengan orang/lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) yang memenuhi nisab. Contohnya adalah profesi dokter, konsultan, advokat, dosen, seniman, dll.
Mengenai nisab, besar, dan waktu pembayarannya, ada dua pendekatan untuk zakat profesi, yaitu
1. setelah diperhitungkan selama satu tahun
Nisabnya adalah jika pendapatan satu tahun lebih dari senilai 85gr emas dan zakatnya dikeluarkan setahun sekali sebesar 2,5% setelah dikurangi kebutuhan pokok.
2. dikeluarkan langsung saat menerima
pendapat ini dianalogikan pada zakat tanaman. Jika ini yang diikuti, maka besar nisabnya adalah senilai 653 kg beras dan dikeluarkan setiap menerima penghasilan/gaji sebesar 2,5% tanpa terlebih dahulu dipotong kebutuhan pokok (seperti petani ketika mengeluarkan zakat hasil panennya).
: golongan yang berhak menerima zakat (mustahiq) ada delapan golongan, yaitu
Fakir dan Miskin
Fakir dan miskin adalah golongan yang pertama dan kedua disebutkan dalam surat at Taubah, dengan tujuan bahwa sasaran zakat adalah menghapuskan kemiskinan dan kemelaratan dalam masyarakat Islam. Menurut pemuka ahli tafsir, Tabari, yang dimaksud fakir, yaitu orang dalam kebutuhan, tapi dapat menjaga diri tidak meminta-minta. Sedangkan yang dimaksud dengan miskin, yaitu orang yang dalam kebutuhan dan suka meminta-minta.
• Amil zakat
Sasaran ketiga adalah para amil zakat. Yang dimaksud dengan amil zakat adalah mereka yang melaksanakan segala kegiatan urusan zakat, mulai dari para pengumpul sampai kepada bendahara dan para penjaganya. Juga mulai dari pencatat sampai kepada penghitung yang mencatat keluar masuk zakat.
• Golongan muallaf
Yang dimaksudkan dengan golongan muallaf, antara lain adalah mereka yang diharapkan kecenderungan hatinya atau keyakinannya dapat bertambah terhadap Islam, atau terhalangnya niat jahat mereka atas kaum Muslimin, atau harapan akan adanya kemanfaatan mereka dalam membantu dan menolong kaum Muslimin dari musuh.
• Untuk memerdekakan budak belian
Cara membebaskan bisa dilakukan dengan dua hal: Pertama, menolong hamba mukatab, yaitu budak yang telah ada perjanjian dan kesepakatan dengan tuannya, bahwa bila ia sanggup menghasilkan harta dengan nilai dan ukuran tertentu, maka bebaslah ia. Kedua, seseorang dengan harta zakatnya atau seseorang bersama temannya membeli seorang budak kemudian membebaskan. Atau penguasa membeli seorang budak dari harta zakat yang diambilnya, kemudian ia membebaskan.
• Orang yang berutang
Gharimun (orang yang berhutang) adalah termasuk golongan mustahiq. Menurut Ibnu Humam dalam al Fath, gharim adalah orang yang mempunyai piutang terhadap orang lain dan boleh menyerahkan zakat kepadanya karena keadaannya yang fakir, bukan karena mempunyai piutangnya. Ada dua golongan bagi orang yang mempunyai utang, yaitu golongan yang mempunyai utang untuk kemaslahatan diri sendiri, seperti untuk nafkah, membeli pakaian, mengobati orang sakit. Golongan lain adalah orang yang mempunyai utang untuk kemaslahatan orang lain, seperti mendamaikan dua golongan yang bermusuhan, orang yang bergerak di bidang sosial, seperti yayasan anak yatim, rumah sakit untuk fakir, anak yatim piatu dan lain-lain.
• Di jalan Allah
Quran menggambarkan sasaran zakat yang ketujuh dengan firmanNya: “Di jalan Allah”. Sabil berarti jalan. Jadi sabilillah artinya jalan yang menyampaikan pada ridha Allah, baik akidah maupun perbuatan. Sabilillah adalah kalimat yang bersifat umum, mencakup segala amal perbuatan ikhlas, yang digunakan untuk bertakkarub kepada Allah, dengan melaksanakan segala perbuatan wajib, sunat dan bermacam kebajikan lainnya.
Ibnu sabil
Ibnu sabil, menurut Jumhur ulama adalah kiasan untuk musafir, yaitu orang yang melintas dari suatu daerah ke daerah lain. Dikatakan untuk orang yang berjalan di atasnya karena tetap di jalan itu. Menurut pendapat beberapa ulama, ibnu sabil mempunyai hak dari zakat, walaupun ia kaya, apabila ia terputus bekalnya. Ibnu Zaid berkata: “Ibnu sabil adalah musafir, apakah ia kaya atau miskin, apabila terdapat musibah dalam bekalnya, atau hartanya samasekali tidak ada, atau terkena sesuatu musibah atas hartanya, atau ia samasekali tidak memiliki apa-apa, maka dalam keadaan demikian itu, hanya bersifat pasti.